buku referensi

Cara Gunakan Buku Referensi

Buku teks referensi, bukanlah pembelajaran itu sendiri. Buku itu (hanya) satu dari sekian sumber belajar. Memang ia merangkum pengalaman (hidup dan-atau pembelajaran) si penulis. Meski begitu catatan yang tercetak di dalamnya mewakili pemaknaan ulang dari persepsi si penulis. Dan karenanya, menyimpan kemungkinan terjadinya “beda penafsiran” oleh kita selaku pembaca, contoh yang mudah ditemui adalah saat kita membaca buku terbitan luar negeri.

Maka, sangat penting untuk mengenali sejak awal:

Continue reading

melahirkan bakat

Beri waktu untuk kemahiran baru

“Beri waktu delapan pekan untuk melahirkan kemahiran baru.”

Ketika bicara mengembangkan kemahiran baru, delapan pekan sepertinya merupakan permulaan yang penting. Seperti temuan Daniel Coyle dalam karyanya, ia mencatat itulah durasi berbagai program latihan tingkat-tinggi di berbagai belahan dunia. Sebut saja, latihan fisik Navy SEAL, klinik Balet Bolshoi, sampai latihan misi untuk astronot Mercury.

Continue reading

Mengajar, Untuk Penguasaan yang Lebih Mendalam

Mudah kita temukan, dalam berbagai pusat pembibitan bakat, para peserta didik berbaur dalam berbagai usia. Tujuannya, agar mereka bisa saling memperhatikan, mengajarkan, dan belajar satu sama lain. Pada prinsipnya terjadilah pembelajaran sebaya, di mana yang lebih tua (biasanya lebih mahir, meskipun tidak selalu begitu) mengajari murid yang lebih muda.

sumber: davidfranceviolin.com

sumber: davidfranceviolin.com

Continue reading

Untuk kembangkan kemahiran lunak, bermainlah seperti pemain papan luncur

Kita tertarik pada kemahiran lunak karena keindahan yang dimilikinya. Bayangkan bintang sepak bola Lionel Messi yang berimprovisasi untuk mencetak sebuah gol yang cemerlang. Orang-orang yang berbakat ini, tampil sangat memukau dan unik. Sebenarnya, mereka adalah hasil dari kerja perangkat lunak otak yang cepat sekali dalam mengenali pola-pola, kemudian menanggapi pola-pola itu dengan cara yang tepat.

Sementara kemahiran keras harus disertai dengan ketepatan yang terukur, kemahiran lunak dikembangkan dengan bermain dan melakukan eksplorasi di dalam lingkungan yang menantang dan selalu berubah. Di tempat-tempat seperti inilah Anda bisa menemukan hambatan yang beragam dan mengatasi hambatan itu berulang-ulang, membentuk jaringan kepekaan yang Anda butuhkan untuk membaca, mengenali, dan bereaksi. Dengan kata lain, untuk mengembangkan kemahiran halus Anda perlu bertindak seperti pemain papan luncur: agresif, penuh rasa ingin tahu, eksperimental, dan selalu mencari cara-cara baru untuk menantang diri memperlebar zona nyaman.

skateboard-street-jump Continue reading

Untuk kembangkan kemahiran keras, bekerjalah seperti tukang kayu yang cermat

Untuk mengembangkan kemahiran keras yang dapat diandalkan, Anda harus menghubungkan kabel yang tepat dalam otak Anda. Dalam hal ini, sebaiknya Anda bersikap hati-hati, tenang, serta membiasakan diri dengan kesalahan. Bekerjalah layaknya tukang kayu yang cermat.

tape-measure-meteran tukang kayu

Contoh yang bagus dari kemahiran keras layaknya pertukangan ini ditemukan dalam metode pelatihan musik Suzuki. Murid-murid Suzuki memulai pelajaran mereka dengan mempergunakan beberapa waktu pelajaran hanya untuk belajar memegang penggesek dan biola dengan lekukan jari serta tekanan yang tepat, cara berdiri yang benar, dan sikap tubuh yang benar. Dengan menggunakan irama serta pengulangan, mereka belajar menggerakkan penggesek (tanpa biola) “naik seperti roket, turun seperti hujan, bolak-balik seperti kereta api”. Setiap hal pokok, betapa pun sederhananya, diperkenalkan sebagai kemahiran yang sangat penting (yang tentu saja, memang demikian), yang diajarkan melalui serangkaian citra yang gamblang, dan dilakukan berulang-ulang sampai dapat dikuasai. Potongan-potongan itu pun terbentuk, lewat pengulangan demi pengulangan yang dilakukan secara seksama.

Continue reading

Keahlian keras atau lunak? Ketahui lebih dulu, sebelum memulai

Langkah pertama untuk mengembangkan kemahiran adalah mengetahui dengan tepat, jenis kemahiran apa yang Anda kembangkan. Setiap kemahiran termasuk ke dalam satu dari dua kategori ini: kemahiran keras dan kemahiran lunak.

persimpangan

Kemahiran keras, berketepatan tinggi. Adalah tindakan yang selalu dilakukan setepat dan sekonsisten mungkin. Inilah kemahiran yang hanya memiliki satu jalur menuju hasil yang ideal. Kemahiran yang bisa Anda bayangkan dilakukan oleh robot yang dapat diandalkan. Kemahiran keras adalah soal ketepatan yang dapat diulangi, dan biasanya dijumpai dalam hal-hal tertentu, khususnya yang bersifat fisik. Misal:

  • Seorang pemain basket yang melakukan lemparan bebas.
  • Seorang pemain sepakbola yang melakukan tendangan bebas atau tendangan pojok.
  • Seorang pemain tenis yang melakukan servis, atau gerak atletik apa pun yang berulang-ulang dan presisi.
  • Seorang anak kecil yang belajar membaca, menerjemahkan bentuk-bentuk goresan berupa huruf ke dalam kata, bunyi, dan makna.

Continue reading