Mengukir Kemahiran

Apa cara terbaik untuk mulai mempelajari suatu kemahiran baru? Dengan mendengarkan penjelasan seorang guru? Membaca buku petunjuk? Terjun langsung dan mencoba? Banyak pusat persemaian bakat, menggunakan pendekatan unik, sebutlah sebagai metode mengukir. Pada dasarnya, mereka memperhatikan kemahiran yang hendak dipelajari itu ketika dipraktikkan, secara seksama dan dengan intensitas yang besar, berulang-ulang, sampai terbentuk sebuah cetak biru yang jelas di dalam benak mereka.

koneksi-otak

Beberapa tahun yang lalu, di acara TV 60 Minutes, pengajar tenis dan penulis Timothy Galleway mengumpulkan sekelompok paruh baya yang belum pernah bermain tenis. Dia melakukan tes singkat untuk menguji kemampuan mereka, kemudian memilih seorang wanita yang memperlihatkan potensi paling sedikit. Setelah itu, tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Galleway melakukan pukulan forehand sementara wanita tadi memperhatikan. Dia mengarahkan perhatian wanita itu pada kakinya, genggamannya, dan irama pukulan. Wanita itu  memperhatikan dengan sungguh-sungguh, lalu mulai meniru gerakannya. Dalam waktu dua puluh menit, secara mengejutkan dia sudah mampu melakukan pukulan forehand yang lumayan.

Kunci pengukiran yang efektif adalah dengan menciptakan koneksi yang kuat: memperhatikan dan mendengarkan secara sungguh-sungguh hingga Anda mampu membayangkan rasanya mempraktikkan kemahiran itu. Untuk kemahiran yang bersifat fisik, proyeksikan diri Anda berada dalam tubuh orang yang mempraktikkan kemahiran tersebut. Sadarilah gerakan yang dia lakukan, ritmenya; cobalah untuk merasakan bentuk batin dari gerakan itu. Untuk kemahiran yang bersifat mental, simulasikan kemahiran itu dengan mencipta-ulang pola-pola keputusan sang pakar. Pemain catur mencapai hal ini dengan cara memainkan kembali pertandingan-pertandingan klasik, langkah demi langkah; pembicara andal melakukannya dengan mengulang pidato-pidato hebat dengan intonasi aslinya; musisi memainkan ulang lagu-lagu favorit mereka. Beberapa penulis, malah menyarankan untuk mendapatkan efek ini yakni dengan menuliskan kembali, kata demi kata, bagian dari karya-karya besar. Dan, berhasil.

(sumber: Daniel Coyle, “Little Book of Talent”)

2 thoughts on “Mengukir Kemahiran

  1. Pingback: Memotong-motong Setiap Gerakan | Berbakat Jadi Hebat

  2. Pingback: Memotong-motong Kemahiran | riopurboyo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s