Untuk kembangkan kemahiran keras, bekerjalah seperti tukang kayu yang cermat

Untuk mengembangkan kemahiran keras yang dapat diandalkan, Anda harus menghubungkan kabel yang tepat dalam otak Anda. Dalam hal ini, sebaiknya Anda bersikap hati-hati, tenang, serta membiasakan diri dengan kesalahan. Bekerjalah layaknya tukang kayu yang cermat.

tape-measure-meteran tukang kayu

Contoh yang bagus dari kemahiran keras layaknya pertukangan ini ditemukan dalam metode pelatihan musik Suzuki. Murid-murid Suzuki memulai pelajaran mereka dengan mempergunakan beberapa waktu pelajaran hanya untuk belajar memegang penggesek dan biola dengan lekukan jari serta tekanan yang tepat, cara berdiri yang benar, dan sikap tubuh yang benar. Dengan menggunakan irama serta pengulangan, mereka belajar menggerakkan penggesek (tanpa biola) “naik seperti roket, turun seperti hujan, bolak-balik seperti kereta api”. Setiap hal pokok, betapa pun sederhananya, diperkenalkan sebagai kemahiran yang sangat penting (yang tentu saja, memang demikian), yang diajarkan melalui serangkaian citra yang gamblang, dan dilakukan berulang-ulang sampai dapat dikuasai. Potongan-potongan itu pun terbentuk, lewat pengulangan demi pengulangan yang dilakukan secara seksama.

Kecermatan terutama sangat penting pada tahap-tahap awal, karena pengulangan-pengulangan pertama membuka jalan menuju masa depan. Ahli syaraf menyebut langkah ini sebagai fenomena, “berseluncur di bukit bersalju”. Pengulangan-pengulangan pertama sama halnya seperti jalur yang terbentuk pertama kali di atas salju yang masih bersih: pada percobaan-percobaan selanjutnya, biasanya papan seluncur Anda akan mengikuti lekukan yang sudah ada. “Otak kita sangat pandai dalam membangun koneksi”, ujar Dr. George Bartokis, seorang ahli syaraf dari UCLA. “Tetapi tidak terlalu pandai dalam membongkar koneksi itu.”

Ketika Anda mempelajari kemahiran keras, bersikaplah cermat, dan penuh perhitungan. Jangan terburu-buru. Lakukan langkah demi langkah, lakukan pengulangan, dan penyempurnaan sebelum Anda melakukan gerakan yang lain. Perhatikan kesalahan Anda, dan perbaiki, terutama pada saat-saat awal. Mempelajari hal-hal dasar, memang kelihatannya membosankan –tapi sebenarnya, justru itulah saat-saat pembentukan yang terpenting. Apabila sejak awal Anda membangun jalan yang benar, Anda akan menghemat banyak waktu dan terjauhkan dari persoalan dalam perjalanan selanjutnya.

(referensi: Daniel Coyle, “Little Book of Talent)

Selamat berlatih!

2 thoughts on “Untuk kembangkan kemahiran keras, bekerjalah seperti tukang kayu yang cermat

  1. Pingback: Untuk kembangkan kemahiran lunak, bermainlah seperti pemain papan luncur | Berbakat Jadi Hebat

  2. Pingback: Keahlian keras atau lunak? Ketahui lebih dulu, sebelum memulai | Berbakat Jadi Hebat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s