Untuk kembangkan kemahiran lunak, bermainlah seperti pemain papan luncur

Kita tertarik pada kemahiran lunak karena keindahan yang dimilikinya. Bayangkan bintang sepak bola Lionel Messi yang berimprovisasi untuk mencetak sebuah gol yang cemerlang. Orang-orang yang berbakat ini, tampil sangat memukau dan unik. Sebenarnya, mereka adalah hasil dari kerja perangkat lunak otak yang cepat sekali dalam mengenali pola-pola, kemudian menanggapi pola-pola itu dengan cara yang tepat.

Sementara kemahiran keras harus disertai dengan ketepatan yang terukur, kemahiran lunak dikembangkan dengan bermain dan melakukan eksplorasi di dalam lingkungan yang menantang dan selalu berubah. Di tempat-tempat seperti inilah Anda bisa menemukan hambatan yang beragam dan mengatasi hambatan itu berulang-ulang, membentuk jaringan kepekaan yang Anda butuhkan untuk membaca, mengenali, dan bereaksi. Dengan kata lain, untuk mengembangkan kemahiran halus Anda perlu bertindak seperti pemain papan luncur: agresif, penuh rasa ingin tahu, eksperimental, dan selalu mencari cara-cara baru untuk menantang diri memperlebar zona nyaman.

skateboard-street-jump

Brazil, negara pencetak banyak pemain sepak bola cantik di kelas dunia, meningkatkan kemampuan pemainnya melalui suatu pertandingan unik yang dinamakan futebol de salao (“sepakbola dalam ruangan”). Futsal, itu nama yang kita kenal. Pertandingan sepakbola versi cepat dengan pemain lima-lawan-lima ini, yang dimainkan di atas lapangan sukuran lapangan bola basket, menciptakan sentuhan bola 600 persen lebih banyak, menuntut kemampuan pengenalan pola secara cepat, dan seperti dikatakan Emilio Miranda (profesor sepakbola dari Universitas Sao Paolo) –futsal merupakan “laboratorium improvisasi” bagi Brazil.

Ketika Anda melatih kemahiran lunak, pusatkan perhatian Anda untuk melakukan pengulangan yang berbeda-beda dan mendapatkan umpan balik yang jelas. Jangan terlalu takut membuat keslahan, yang terpenting adalah melakukan eksplorasi. Melatih kemahiran lunak sering lebih menyenangkan, tapi juga lebih sulit karena Anda dituntut untuk melatih diri Anda sendiri. Setelah setiap sesi, tanyakanlah kepada diri Anda, “Apa yang berhasil? Apa yang gagal? Mengapa?”

(referensi: Daniel Coyle, “Little Book of Talent)

Selamat berlatih!

2 thoughts on “Untuk kembangkan kemahiran lunak, bermainlah seperti pemain papan luncur

  1. Pingback: Keahlian keras atau lunak? Ketahui lebih dulu, sebelum memulai | Berbakat Jadi Hebat

  2. Pingback: Sebelum belajar kemahiran, ketahui dulu: Keahlian Lunak atau Keras | riopurboyo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s